"Fans Page" *YouthSystem-Hiskia Sianipar

Pembuatan Detergent

Posted by - Hiskia Sianipar

PEMBUATAN DETERGENT


KATA PENGANTAR

            Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini yang berjudul PEMBUATAN PARFUM.

Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai PEMBUATAN PARFUM atau yang lebih khususnya membahas tentang hal-hal yang menyangkut pembuatan parfum.

Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membantu segala usaha kita. Amin.





























Proses pembuatan deterjen

Spray-drying
Spray-drying merupakan proses modern dalam pembuatan deterjen bubuk sintetik dimana dalam spray-drying terjadi proses pengabutan dan dilanjutkan proses pengeringan. Tahap-tahap dalam proses spray-dryingdapat diperlihatkan pada gambar berikut
                                                              
Gambar 2.6
Diagram alir proses pembuatan slurryGambaran proses pembuatan slurry adalah sebagai berikut :Alat pengangkut ( conveyor ) mengumpulkan terus
 – 
menerus padatan yang telah ditimbang sebelummembawa padatan tersebut ke crutcher slurry. Crutcher slurry juga menerima komponen
 – 
komponen liquidyang mengalir secara tetap dari damper yang mengumpulkan berbagai umpan. Ketika formula padat, meliputisenyawa sulfon anionic dan sabun, asam lemak dan asam sulphonic dinetralisasikan dengan alkali dalam mixersebelum umpan dikirim/dimasukkan ke dalam crutcher slurry. Dalam beberapa kasus, ketika tidak ada reaksiyang diharapkan dari komponen lain, asam menjadi umpan dan dinetralisaikan secara langsung didalam crutcherslurry yang dalam kasus ini bagian dalam dari crutcher slurry harus terbuat dari bahan – bahan stainless steel304 agar bagian dalamnya tidak rusak akibat asam. Crutcher slurry merupakan mixer dengan kecepatan putaranyang tinggi yang didesain untu penguraian fine dan membuat campuran menjadi homogen. Pengoperasiancrutcher juga mencegah penumpukkan dan pembentukan gumpalan– gumpalan padat yang dapat menyumbatpipa aliran umpan. Dari crutcher, slurry kemudian di transfer menuju vessel aging, dimana campuran tersebutdihomogenasasi lebih lanjut dan diatur berdasarkan derajat hidrosin yang dari garam anorgonik yang diperlukanseperti soda ash, natrium sulfat, dan sodium tripolyphosphate yang ada dalam formula. Selanjutnya setelahslurry terbentuk barulah masuk ke spray drying tower .Produk yang dikeringkan dalam bentuk hollow bead dikumpulkan padabagian atas menaraspraydrying
dan didinginkan serta dikristalisasikan melalui sistim pembawaairlift 
dengan aliran udara dingin. Setelahpengankutan udara bubuk dasar disaring dan diberikan pengharum dan akhirnya dicampur dengan komponen-komponen yang sensitive terhadap suhu atau zat adiktif yang kemudian di simpan dalam silos dan akhirnya dibawa ke mesin pengepak poduk.
2. Aglomerasi
Proses aglomerasi merupakan proses pembuatan deterjan bubuk sintesis yang memiliki densitas yangtinggi dengan cara pencampuran material-material kering dengan bahan-bahan cairan yang dibantu denganadanya bahan pengikat cairan yang kemudian bercampur yang menyebabkan bahan-bahan tadi bergabung satusama lain yang membentuk partikel-partikel berukuran besar.Prose aglomerasi dapat di gambar kan seprti proses penimbunan atau penumpukan dari komponen daribubuk menjadi cairan dan menjadi butir atau granula. Tahap-tahap pemprosesan non tower balestra untuk untuk produksi deterjen bubuk berdasarkan pada proses aglomerasi.Diantara berbagai tahap proses tersebut,aglomerasi memperlihatkan operasi yang sangat penting dan kritis, karena proses tersebut dihubung kan kestruktur fisik dan pada saat yang sama,di hubungkan ke komposisi kimia dari produk.Proses aglomerasi juga merupakan proses spray-drying dengan dry mixing atau blending. Konsentasiair proses yang digunakan anatara 35-40% dalam
crutcher slurry
. Dalam aglomerasi cairan disemprotkan keatassecara
continue
. Komponen-komponen atau bahan yang digunakan dalam aglomerasi meliputi slikat deterjenaktif dan air yang digunakan sebagai cairan dalam aglomerasi.
                                                                                                                         

3.Dry Mixing
Material kering (dry material) yang digunakan untuk membuat deterjen bubuk ditimbang danselanjutnya dimasukkan kedalam mixer, pencampuran dilanjutkan selama 1-2 menit dan ditambahkan slurryselama 3-4 menit.Setelah semua slurry dimasukkan kedalam mixer, pencampuran dilanjutkan selama 1-2 menit agarmenjadi homogen. Sebagian besar dari bubuk yang terbentuk dapat dikemas dengan segera setelah selesai atausetelah 30 menit penyimpanan.Pembuatan alkohol lemak 
Hidrolisis dari lilin ester
Alkohol lemak pertama kali diperoleh dari hidrolisis lilin ester yang berasal dari binatang, terutamaspermaceti dari sperma ikan paus. Karena kutukan di seluruh dunia atas ikan paus yang diburu, sehingga sumberini tidak lagi tersedia.Lilin spermaceti dipisahkan dengan cara pemanasan menggunakan NaOH pekat diatas 300
0C, lalualkohol didistilasi dari sabun sodium. Hasil Sulingan (distilat) mengandung alkohol takjenuh C16-C 20. Untuk mencegah terjadinya auto-oksidasi, distilat ini dikeraskan dengan hidrogenasi katalitik.. Alkohol yang diperoleh jika minyak sperma hanya mengandung 70 % wax ester, mencapai yield 35 %, kemudian hasilnya dipisahkandalam distilasi vakum dari sabun dan air yang terbentuk. Produk utama terdiri dari : cetyl, oceyl, dan alkoholarachidyl
Proses reduksi sodium
Larutan sodium didispersikan dalam pelarut inert lalu ditambahkan ester kering dan alkohol denganhati-hati. Saat reaksinya komplit, oksidanya dipecah dengan pengadukan dalam air, kemudian alkoholnya dicucidan didistilasi.Penambahan Alkohol
R’ (sebaiknya alkohol sekunder), bertindak sebagai donor hydrogen. Karena
adanya reaksi samping , pemakaian sodium bias jadi di atas 20 % dari kebutuhan stoikiometri. Reduksi berjalanselektif tanpa pembuatan hidrokarbon dari isomerisasi atau hidrogenasi ikatan rangkap.

            Proses Zieglar Menggunakan Etilen
Alkohol lemak dari proses ii mempunyai struktur yang sama dengan alkohol lemak alami. Proses inidibagi dalam dua proses yaitu proses alfol dan proses Epal.1.

Proses Alfol.Hidrokarbon digunakan sebagai pelarut. Proses ini melalui lima tahap yaitu :1). Hidrogenasi2 Al(CH2CH3)3+ Al + 1,5 H2
 → 3 Hal(CH2CH3)32). Etilasi3 HAl(CH2CH3)3+ 3 CH2=CH2→3 Al(CH2CH3)3
2/3 dari hasil proses ini di recycle lagi ke proses hidrogenasi dan sisanya lansung masuk ke reaksiperkembangan3). Reaksi perkembangan (growth Reaction)4). Oksidasi5). Hidrolisa2.

Proses EpalProses ini mempunyai langkah-langkah yang hampir sama dengan proses alfol. Fleksibilitas Proses inilebih besar dibandingkan dengan prose alfol.
Alkohol dan α
- olefin yang terbentuk bias dipasarkan. Namun modal dan biaya yang dibutuhkan jjugalebih besar , karena membutuhkan proses control yang lebih kompleks dan penambahan olefin dan alkoholrantai bercabang.
Proses Oxo menggunakan Olefin
Proses oxo (hidroformilasi) terdiri dari reaksi antara olefin dengan campuran gas H2
-CO dan katalisyang cocok..CH32R– CH=CH2+ 2CO + 2H2→ R -CH2CH2-CHO + R-CH-CHO Yield α
- olefin diperkirakan sama dengan jumlah aldehid rantai lurus dan bercabangnya. Proses oxodapat dilakukan dengan tiga cara berikut :o

Proses klasik dengan menggunakan katalis HCO(CO)4o Proses Shell berdasarkan kompleks kobalt karbonil – phosphineo
 Proses menggunakan Katalis RhodiumLangkah- langkah pada proses klasik yaitu reaksi oxo, pemisahan katalis dan regenerasi, hidrogenasialdehid dan distilasi alkohol.
Hidrogenasi Katalistik dari asam lemak dan metil Ester
Proses ini biasanya digunakan untuk memproduksi alkohol lemat tak jenuh pada skala besar. Katalisyang digunakan dalam kompleks dari Cu2+dan Cu3+
 Adapun reaksinya adalah sebagai berikut :RCOOCH3+2 H2→ RCH2OH + CH3OH dengan katalis CuCrRCOOH + 2H2 → RCH2OH + H2O dengan katalis CuCr
Hidrogenasi Langsung dari minyak dan Lemak
Suatu proses yang terakhir, yang dikembangkan dan dipatenkan oleh Henkel KGaA, yaitu directhydrogenation dari minyak alami atau trigliserida. Proses ini melalui dua tahap reaksi, yaitu :1). Esterifikasi asam lemak dan alkohol lemak menghasilkan Ester dan Air2). Hidrogenasi ester menghasilkan dua mol Alkohol lemak Kedua reaksi ini berlansung simultan pada reaktor yang sama. Reaktor yang digunakan adalah reaktorbertekanan tinggi yang berguna sebagai pemanas awal bagi material– umpan asam lemak ;Resirkulasi alkohol lemak dan katalis Slurry , dan gas hydrogen yang diumpankan secara terus menerus. proses ini berlansung pada kondisi P = 30.000 KPa dan T = 2800C1.

Reaksi HidrogenasiHidrogenasi metil ester dan asam lemak menjadi alkohol lemak dapat terjadi melalui reaksi berikut:
olmelemak alkoholhidrogenester metilOH CH OH  RCH  H  RCOOCH 
katalis CuCr  tan 23223 

air lemak alkoholhidrogenlemak  AsamO H OH  RCH  H  RCOOH 
katalis CuCr  2222 

Hidrogenasi langsung asam lemak tidak digunakan dalam skala industri besar karena kebutuhantemperature reaksi yang lebih tinggi menghasilkan yield yang lebih rendah dan karena dapat merusak katalis.Secara konvensional, asam lemak dikonversi terlebih dahulu menjadi ester sebelum dihidrogenasi.Lurgi telah menemukan cara untuk mengatasi masalah ini dengan esterifikasi bersama asam lemak dengan alkohol dan hidrogenasi ester dalam reaktor yang sama :
air ester lemak  Aslemak alkoholO H COOR RCH  RCOOH OH  RCH katalis.222 
 lemak alkoholhidrogenester OH  RCH  H COOR RCH  katalis 22222 

Asam lemak dimasukkan ke dalam alkohol lemak bervolume besar yang sedang berputar. Volumealkohol lemak adalah lebih dari 250 kali volume asam lemak, sehingga esterifikasi berpengaruh cepat tanpaadanya efek merusak oleh katalis.2.

Proses Hidrogenasi Tekanan TinggiMetil ester yang telah difraksionasi dapat diubah menjadi alkohol lemak dengan proses hidrogenasidengan tekanan tinggi dengan menggunakan katalis CuCr.CuCr juga membentuk carbon berikatan ganda yang tidak jenuh sehingga hanya alkohol lemak jenuhyang terbentuk. Jika diinginkan hasil berupa alkohol lemak tak jenuh, diperlukan katalis zinc.Proses hidrogenasi terjadi pada tekanan 25.000-30.000 kPa dan temperature antara 2500C-3000 C didalam sebuah kolom tubular. Berdasarkan perlakuan terhadap katalis, proses hidrogenasi dibedakan atassuspension process dan fixed bed process.3.

Suspension ProcessKatalis dan sejumlah kecil metil ester diumpankan ke dalam reaktor bersamaan dengan sisa ester. Metilester dan gas hydrogen dipanaskan secara terpisah. Katalis CuCr yang direaksikan dengan sejumlah kecil metilester dimasukkan bersamaan dengan metil ester dan gas hydrogen yang telah dipanaskan, ke dalam reaktortubular, konsentrasi katalis dalam system setidaknya 2 % umpan yang digunakan kira-kira 20 mol gas hydrogenper mol ester. Gas hydrogen mengakibatkan gelembung yang membantu proses agitasi reaktan.Reaksi dijaga pada tekanan 25.000-30.000 kPa dan suhu 2500-3000C. selama proses eksotermik berlabgsung, suhu reaksi harus dijaga untuk mengurangi reaksi samping berupa pembentukan hidrokarbon yangtidak diinginkan. Dari kolom, campuran reaksi didinginkan, memisahkan gas hydrogen dari campuran alkohol-metanol. Gas hydrogen di recycle, dan campuran alkoho-metanol dialirkanke unit methanol stripping, padatekanan yang lebih rendah, methanol dipisahkan, di recycle untuk proses esterifikasi. Alkohol lemak mentahdisaring untuk memisahkan katalisnya sebagian besar katalis di recycle, sehingga terpakai rata-rata 0,5-0,7%alkohol yang dihasilkan.Alkohol yang disaring kemudian ditreatment dengan soda pekat untuk membentuk sabun dengan ester yangtidak bereaksi. Alkohol didistilasi untuk menghilangkan hidrokarbon yang terbentuk. Sabun tertinggal di dasarkolom


4. Fixed Bed ProcessReaki terjadi dalam fasa uap dimana umpan organic diuapkan dalam gas hydrogen berlebih (20-25mol) melalui pemanas sebelum melewati fixed catalyst bed. Hidrogenasi berlangsung pada takanan 20.000-30.000 kPa dan suhu 2000-2500C. campuran reaksi yang meninggalkan reaktor didinginkan dan dipisahkanmenjadi fasa gas dan cair. Fase gas, kebanyakan berupa kelebihan hydrogen, direcycle, fasa cair diexpansi ketangki untuk menghilangkan methanol dari alkohol lemak.Pengoperasian kondisi termasuk mudah, oleh karena itulah produksi alkohol lemak tidak memerlukanproses selanjutnya.
Hasil keseluruhannya adalah 99% dengan hidrokarbon dan ester yang tidak melebihi 1,0%.Penggunaan katalis diusahakan dibawah 0,3%.



DISKUSIKAN DI FACEBOOK di :

Enjoy this article? Get Free Updates